Cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahap, karena sajak pun merangkum menduka gelisah. Kehidupan baiknya mengenal suara sendiri dalam mengarungi suara-suara luar di sana. Sewaktu-waktu, mesti terjaga dan pergi membawa langkah ke mana saja, karena kesetiaanlah maka jinak mata dan hati pengembara. Dalam kamar berkisah, taruhan jernih memberi arti kehadirannya, membukakan diri, berkumul, dan merayu hari-hari terdesah berlalu, menirup usia. Mengitari jarak dalam gempuran waktu takkan jemu-jemu, nafas berkelutis ini dengan sunyi dan rindu bernyanyi.